Recent Blog Post

Archive for September 2019


  • SENI RUPA TRADISIONAL


    Pengertian
    Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan.
    Ciri-ciri
    * Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial/istanasentris.
    *Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
    Contoh
    Wayang kulit, wayang golek, wayang beber, ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah, batik, songket, dan lain-lain.
    SENI RUPA MODERN
    Pengertian
    Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.
    Ciri-ciri
    *Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
    *Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
    Contoh
    Lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya.
    Seniman
    Raden Saleh Syarif Bustaman, Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus Jaya Suminta, S. Soedjojono, Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira Sunarsa.
    SENI RUPA KONTEMPORER
    Pengertian
    Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.
    Ciri-ciri
    *Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
    *Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.
    Contoh
    Karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art.
    Seniman
    Gregorius Sidharta, Christo, dan Saptoadi Nugroho
    Menjelaskan perkembangan seni rupa modern/kontemporer di Indonesia

    Perjalanan Seni Rupa Modern
    Ketika manusia memulai peradabannya di dunia ini, di mana manusia belum mengenal tulisan bahkan teknologi seperti sekarang ini, manusia sudah mengenal seni rupa, meskipun masih dalam taraf yang sangat sederhana. Sebagai bukti bahwa seni rupa sudah ada sejak zaman Pra-sejarah adalah banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang memiliki nilai estetika seperti kapak dari batu (peninggalan zaman Neolitikum/batu muda), Menhir dan lain-lain.

    Hapir di seluruh penjuru dunia banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang berupa karya seni rupa. Karya seni rupa zaman pra-sejarah, cenderung bersifat magis dan religius seperti salah satu peninggalan karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah patung dari batu. Patung ini berfungsi sebagai tanda peringatan peristiwa pemujaan terhadap roh nenek moyang dan terkadang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang mereka.

    Budaya rupa semacam ini masih bertahan sampai masuknya berbagai agama khususnya di Indonesia. Era modernisme dimulai dari belahan dunia bagian barat (Eropa dan Amerika) dengan banyaknya muncul seniman-seniman dari benua biru.

    Di awal zaman raenessance, para seniman (perupa) masih belum bisa mendapatkan kebebasan dalam menuangkan ekspresinya, karena pada masa ini, seniman masih berada di bawah tekanan para bangsawan dan kaum gereja, dimana para seniman membuat sebuah karya berdaarkan permintaan para diktator di atas. Dalam situasi ini, para diktator diktator seni yang bisa memaksakan arah perkembangan seni, karena merekalah yang membiayainya.
    Dengan mulainya masyarakat menyukai karya-karya seni seperti lukisan dan patung yang ukurannya relative kecil, maka para seniman mulai menemukan kebebasannya dalam berkarya, karena tidak bergantung lagi pada para bangsawan sebagai sponsor. Para seniman dapat membiayai pembuatan karyanya sendiri yang kemudian banyak diminati oleh para rakyat kecil.

    Abad ke-15 dimana masa raenessance berkembang, merupakan awal mulainya seni modern. Rene Descartes (1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Lockee (1632-1704), mereka adalah para filsuf peletak dasar modernisme dalam dunia seni.

    Pecahnya revolusi Perancis 1789, merupakan salah satu tanda kebangkitan seni rupa modern, yang kemudian diikuti dengan munculnya pelukis dari Perancis yang bernama J.L. David. Tidak hanya J.L. David, tetapi pelukis seperti Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci juga seniman yang menjadi tanda kebangkitan era seni rupa modern
    Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa modern/kontemporer di Indonesia

    Apresiasi karya seni rupa modern/kontemporer Indonesia

    Karya seni rupa modern/kontemporer di Indonesia beragam bentuk, jenis, dan corak, antara lain berupa karya seni rupa dua dimensi: seni lukis, grafis, batik, dll; tiga dimensi: seni patung, keramik, seni instalasi, dll. Dengan kreativitas masing-masing, para seniman Indonesia menciptakan suatu karya seni rupa sebagai perwujudan ekspresi jiwanya.
    Kreativitas para seniman Indonesia telah meramaikan perkembangan seni rupa di Indonesia. Munculnya berbagai karya seni rupa menyebabkan terjadinya komunikasi apresiasi untuk memahami makna yang tersirat di baik karya-karya para seniman Indonesia tersebut. Apresiasi adalah penghargaan atau penilaian. Apresiasi seni rupa adalah kegiatan dalam menilai atau memberi penghargaan terhadap karya-karya seni rupa. Apresiasi terhadap karya-karya seni rupa dapat ditunjukkan dengan sikap empati berupa ungkapan kata-kata atau tanggapan secara lisan/tertulis. Beberapa seniman mengkomunikasikan pesan-pesan melalui hasil karyanya dengan cara vulgar dan mudah dipahami, akan tetapi ada pula yang mengkomunikasikan karyanya melalui simbol-simbol yang mengandung makna tertentu.
    Kegiatan apresiasi dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:
    Apresiasi simpatik adalah merasakan tingkat keindahan suatu karya berdasarkan pengamatan (kasat mata), seperti suka atau tidak suka.
    Apresiasi empatik/estetik adalah merasakan secara mendalam nilai estetik yang tersirat dalam suatu karya, seperti ada perasaan kagum atau terharu.
    Apresiasi kritis adalah apresiasi yang disertai analisis terhadap suatu karya dengan mempertimbangkan gagasan, teknik, unsur-unsur rupa, dan kaidah-kaidah komposisi seni rupa.

    Pendekatan/metode dalam melakukan apresiasi karya seni rupa, yaitu:
    Deskriptif (paparan secara obyektif)
    Analitis (paparan berdasarkan kaidah-kaidah estetika)
    Interpretatif (paparan berdasarkan sudut pandang pengamat)
    Penilaian (paparan dengan pengukuran nilai)
    Interdisiplin (berbagai disiplin keilmuan)

    Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
    Membuat karya seni rupa murni dan terapan yang dikembangkan dari beragam corak dan teknik seni rupa

    Seni murni :

    Gaya atau corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam. Secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : tradisional, modern, dan postmodern.
    Tradisional

    Seperti halnya karya seni rupa Nusantara, perupa seni rupa mancanegara juga memiliki gaya tradidional. Gaya ini juga terbagi menjadi dua, yaitu primitif dan klasik.
    Modern

    Gaya seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaharuan. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: gaya representatif, depormatif, dan nonrepresentatif.
    1. Representatif

    Kata representatif berasal dari representasi yang mengandung pengertian sesungguhnya, nyata, atau sesuai dengan keadaan. Perwujudan gaya seni rupa ini menggambarkan keadaan yang nyata pada kehidupan masyarakat atau keadaan alam. Gaya seni rupa yang tergolong representatif, antara lain : romantis, naturalis, dan realis.
    a) Romantisme

    Istilah romantisme berasal dari roman yang berarti cerita dan ismeyang berarti aliran/gaya. Romantisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya mengandung cerita kehidupan manusia atau binatang. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini, antara lain : Fransisco Goya (Spanyol), Turner (Inggris), dan Rubens (Belanda). Perupa Nusantara yang mengambil gaya itu adalah Raden Saleh.
    b) Naturalisme

    Istilah naturalisme berasal dari kata nature atau natural yang berarti alam dan isme yang berarti aliar/gaya. Naturalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan keadaan alam atau alami. Pelukis gaya ini pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai objeknya. Perupa mancanegara yang mengambil gaya ini antara lain Rubens, Claude, Gainsborough, Constable, dan Turner. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Abdullah Suryosubroto, Wakidi, Mas Pringadi, dan Basuki Abdullah.
    c) Realisme

    Istilah realisme berasal dari kata real yang berarti nyata dan ismeyang berarti gaya/aliran. Realisme adalah gaya/alaran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Trubus, Tarmizi, Wardoyo, dan Dullah. Seedangkan perupa mancanegara yang mengambil gaya ini adalah Remandt van Rijn (Belanda).
    2. Deformatif

    Istilah deformatif berasal dari deformasi yang berarti perubahan bentuk. Bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masi menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif, antara lain : Surrealisme, impresionisme, ekspresionisme, dan kubisme.
    a) Surealisme

    Istilah surrealisme berasal dari kata sur yang berarti melebih-lebihkan, kata real yang berarti nyata, dan isme berartigaya/aliaran. Surrealisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya melebih-lebihkan kenyataan, bahkan ada yang menyebutnya otomatisme psikis yang murni atau mimpi. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini adalah Salvador Dali.
    b) Impressionisme

    Impressionisme berasal dari kata impression yang berarti kesan sesaat dan isme yang berarti gaya/aliran. Impressionalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara seperti Claude Monet, Paul Cezanne, Georges Seurat, dan Paul Gauguin. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini, antara lain S. Sudjojno.
    c) Ekspressionisme

    Ekspressionisme berasal dari kata expression yang berarti ungkapan jiwa yang spontan dan isme yang berarti gaya/aliran. Ekspressionisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupa yang spontan pada saat melihat objek. Gaya seni rupa ini diplopori oleh pelukis Belanda bernama Vincent van Gogh. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini adalah Affandi.
    d) Kubisme

    Kubisme berasal dari kata kubus yang berarti bidang atau bentuk persegi empat dan isme yang berarti gaya/alrian. Kubisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau bentuk dasarnya kubus. Gaya seni rupa ini dipelopori oleh pelukis Spanyol yang bernama Pablo Picasso. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah But Muchtar, Mochtar Apin, Srihadi, dan Fajar Sidik.
    Nonrepresentatif (Abstraksionalisme)

    Kata Nonrepresentatif atau abstrak mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar dikenali. Suatu gaya yang lebih sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam. Karya seni rupa abstrak berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya seni rupa yang berbentuk abstrak ini ada yang abstrak ekspresionis dan abstrak murni. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara, antara lain : Paul Klee, Piet Mondrian, Wassily Kandinsky, dan Jackson Pollock. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah Amry Yahya, Fajar Sidik, But Muchtar, dan Srihadi.
    Postmodern

    Postmodern atau disingkat “Posmo” adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Sejalan dengan perkembangan budaya masyarakat dunia, seni rupa pun ikut mengalami perkembangan gaya. Jika seni rupa tradisional memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental. Gaya “posmo” lebih bebas dan cenderung tidak memiliki aturan tertentu. Eksplorasi unsur rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan kemasyarakatan merupakan tema yang cukup dominan untuk karya-karya posmo

    Seni Terapan

    Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.

    Selain itu karya seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3, yaitu hasil karya ukiran, hasil karya patung, dan hasil karya batik.
    Menurut hasil karya ukiran, contoh benda-bendanya adalah ukiran kayu dari Jepara dan ukiran kayu dari Bali.
    Menurut hasil karya patung, contoh benda-bendanya adalah patung kayu dari suku Asmat, patung batu Pangeran Diponegoro, dan Patung kayu dari Bali.
    Menurut hasil karya batik, contoh benda-bendanya adalah baju, sprei, kain, gorden, dll
    Membuat karya seni rupa murni dan terapan yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara

    Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur itu terdiri dari :
    a. Titik /Bintik
    Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.
    b.Garis
    Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu, garis mempunyai berbagai sifat, seperti pendek, panjang, lurus, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus, tebal, miring, patah-patah, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak, ide, simbol, dan kode-kode tertentu, dan lain sebagainya. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu, seperti untuk menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah ataupun juga agung. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya, dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya
    c. Bidang
    Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya
    d. Bentuk
    Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

    Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi empat, trapezium dan lingkaran. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas, prisma, kerucut, dan silinder.
    Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesankesan tersendiri seperti :
    1) Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis, stabil, dan formal. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil.
    2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak.
    3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan mengarah.
    Menyiapkan karya seni rupa yang diciptakan untuk pameran sekolah atau luar sekolah

    Mengumpulkan Hasil Karya

    Pengertian

    Hasil karya yang dipamerkan dikumpulkan dengan cara seleksi. Jenis karya ini terdiri dari karya seni rupa yang meliputi dua dimensi dan tiga dimensi serta kerajinan tangan. Pengumpulan karya ini sekaligus sebagai pengumpulan atau pemasukan nilai mata pelajaran Seni Budaya dan Kerajinan.

    Karya yang bisa dikerjakan secara pribadi (individu) dan kelompok (kolektif) adalah:
    Menggambar bentuk (benda), pemandangan, gambar reklame, karikatur, kartun, wayang purwa gambar hiasan vignete, dan menggunakan huruf (kaligrafi).
    Mengukir atau ukiran pada kayu, cadas, tanah liat dan relief.
    Seni lukis.
    Seni pahat (seni patung).
    Seni kerajinan dengan membuat benda pakai dan benda hias.
    Merangkai bungan, merangkai sayur, merangkai janur, dan merangkai buah.
    Hasil karya menjahit, menyulam, kruistik, dan bordir.

    Hasil karya seni tersebut disimpan di tempat khusus yang aman sehingga pada waktu yang ditentukan untuk pameran siap untuk ditata.

    Pengelompokan Hasil Karya

    Untuk memudahkan kegiatan pengumpulan dan pendaftaran hasil karya dapat langsung diselesaikan dengan mengadakan pengelompokan sebagai berikut:
    Berdasarkan Jenis Karya
    Karya kerajinan tangan adalah hasil seni kriya/kerajinan karena kreativitas tangan.
    Karya seni rupa adalah karya seni yang dapat diraba, dilihat serta mempunyai wujud.
    Karya seni musik
    Karya seni tari.
    Berdasarkan Dimensi

    Ada dua dimensi dan tiga dimensi.

    Yang termasuk dua dimensi , contohnya : gambar lukisan, mozaik, dan anyaman.

    Yang termasuk tiga dimensi, contohnya : patung, perabot ukir, anyaman berkerangka.
    Berdasarkan Ukuran

    Kerajinan tangan dan seni rupa yang dibuat siswa tentu memiliki ukuran yang bervariasi. Karya yang berukuran kecil dikelompokkan dengan ukuran kecil dan yang berukuran besar dikelompokkan dengan yang besar. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mempermudah penataan karya dalam ruang pameran.
    Berdasarkan Tema

    Hasil karya yang dibuat tentunya memiliki tema yang berbeda-beda, untuk mempermudah penataan karya dan urutannya.

    Kelengkapan Pameran Kerajinan Tangan dan Seni Rupa

    Kelengkapannya antara lain :
    Meja untuk menempatkan karya-karya kerajinan tangan.
    Meja untuk menempatkan karya-karya patung.
    Sketsel atau papan panel, untuk menempatkan karya-karya gambar dan lukisan.
    Meja untuk menempatkan buku tamu dan buku saran.
    Katalog yang memuat daftar karya dan penciptaannya.
    Tape recorder untuk memutar lagu atau musik instrumentalia.
    Label untuk mencantumkan judul, media, penciptaan dan karya.
    Lampu penerangan ruangan.
    Spanduk untuk publikasi.

    Pengorganisasian Pameran

    Pengorganisasian merupakan proses pengelolaan serta pengaturan, agar apa-apa yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

    Organisasi yang baik hendaknya memiliki persyaratan sebagai berikut:
    AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)
    Susunan Panitia
    Program Kerja
    Kegiatan

    pengorganisasian Pameran

    penentuan masalah tempat dan waktu seharusnya dibicarakan bersama setelah panitia tersusun, sehingga merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi bersama.
    Menata karya seni rupa yang diciptakan dalam bentuk pameran sekolah atau luar sekolah

    Penyelenggaraan pameran dapat dilakukan dalam kelas ataupun sekolah. dimana pun pameran digelar perlu persiapan agar pelaksanaan pameran dapat berlangsung sukses. persiapan tersebut meliputi: pembentukan panitia pameran, menentukan materi atau karya yang akan dipamerankan, penyiapan ruang pameran, persiapan publikasi serta dokumentasi, dan lain sebagainya.

    Setelah pembentukan panitia, maka semua anggota panitia segera bekerja sesuai dengan tugasnya. Langkah awal adalah mengumpulkan karya seni rupa dari semua siswa berupa karya seni rupa, baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Selanjutnya, karya dibuat daftarnya sehingga memudahkan untuk membuat katalog yang berisi nama pembuat karya, judul karya, ukuran, teknik dan media yang dipakai untuk membuat karya.

    Selanjutnya , menyiapkan ruang pameran. Ruang pameran harus ditata agar dapat memberikan suasana nyaman. Selain itu, usahakan komunikasi antara pengunjung dengan penyelenggara pameran dapat berjalan dengan baik.

    Jalur lalu lintas dalam ruang pameran diatur dan diusahakan satu arah dengan membedakan pintu masuk dan pintu keluar. Hal ini memudahkan mobilisasi pengunjung dalam pameran tersebut.

    Karya harus disusun yang menarik dan mudah dilihat. Jadi, tugas yang akan dibuat tidak hanya menyiapkan hasil karya sendiri, tetapi juga menatanya dengan artistik. Penataan karya seni yang dipamerkan dapat menarik pengunjung untuk menikmati dan mengapresiasi karya tersebut.

    Penyelenggaraan pameran perlu dipublikasikan lewat pengumuman yang ditempel di papan pengumuman atau menggunakan spanduk yang dipasang di tempat yang strategis.

    Bentuk dokumentasi dapat berupa catatan jumlah pengunjung pameran, pesan, kesan, atau saran pengunjung. Oleh karena itu, perlu adanya buku tamu yang disediakan d: dekat pintu masuk clan dijaga oleh petugas. Pesan, kesan, clan saran pengunjung dapat ditampung pada buku khusus yang diletakkan di atas meja dekat pintu keluar yang juga dijaga oleh penjaga. Dokumentasi ini dapat menjadi bahan evaluasi atas pelaksanaan pameran.

    Pada saat yang telah ditetapkan, pameran dibuka secara resmi. Pembukaannya dapat berupa kata pengantar atau sambutan dan kepala sekolah atau yang mewakili. Dapat pula dimeriahkan dengan hiburan berupa musik, teater, atau tari.

    Kegiatan pameran dapat ditutup dengan diskusi dan mendatangkan para kritikus, seniman, ataupun pengamat serta pemerhati seni rupa. Tujuan diskusi adalah untuk menambah wawasan akan seni rupa. Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan pameran ataupun ajang kritik terhadap karya-karya yang baru saja dipamerkan.

    Seni Rupa (IPA)

    Mengapresiasi karya seni rupa
    Membandingkan corak seni rupa tradisional dengan seni rupa modern/kontemporer

    SENI RUPA TRADISIONAL

    Pengertian
    Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan.
    Ciri-ciri
    * Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial/istanasentris.
    *Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
    Contoh
    Wayang kulit, wayang golek, wayang beber, ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah, batik, songket, dan lain-lain.
    SENI RUPA MODERN
    Pengertian
    Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.
    Ciri-ciri
    *Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
    *Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
    Contoh
    Lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya.
    Seniman
    Raden Saleh Syarif Bustaman, Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus Jaya Suminta, S. Soedjojono, Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira Sunarsa.
    SENI RUPA KONTEMPORER
    Pengertian
    Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.
    Ciri-ciri
    *Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
    *Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.
    Contoh
    Karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art.
    Seniman
    Gregorius Sidharta, Christo, dan Saptoadi Nugroho
    Menjelaskan perkembangan seni rupa modern/kontemporer di Indonesia

    Perjalanan Seni Rupa Modern
    Ketika manusia memulai peradabannya di dunia ini, di mana manusia belum mengenal tulisan bahkan teknologi seperti sekarang ini, manusia sudah mengenal seni rupa, meskipun masih dalam taraf yang sangat sederhana. Sebagai bukti bahwa seni rupa sudah ada sejak zaman Pra-sejarah adalah banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang memiliki nilai estetika seperti kapak dari batu (peninggalan zaman Neolitikum/batu muda), Menhir dan lain-lain.

    Hapir di seluruh penjuru dunia banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang berupa karya seni rupa. Karya seni rupa zaman pra-sejarah, cenderung bersifat magis dan religius seperti salah satu peninggalan karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah patung dari batu. Patung ini berfungsi sebagai tanda peringatan peristiwa pemujaan terhadap roh nenek moyang dan terkadang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang mereka.

    Budaya rupa semacam ini masih bertahan sampai masuknya berbagai agama khususnya di Indonesia. Era modernisme dimulai dari belahan dunia bagian barat (Eropa dan Amerika) dengan banyaknya muncul seniman-seniman dari benua biru.

    Di awal zaman raenessance, para seniman (perupa) masih belum bisa mendapatkan kebebasan dalam menuangkan ekspresinya, karena pada masa ini, seniman masih berada di bawah tekanan para bangsawan dan kaum gereja, dimana para seniman membuat sebuah karya berdaarkan permintaan para diktator di atas. Dalam situasi ini, para diktator diktator seni yang bisa memaksakan arah perkembangan seni, karena merekalah yang membiayainya.
    Dengan mulainya masyarakat menyukai karya-karya seni seperti lukisan dan patung yang ukurannya relative kecil, maka para seniman mulai menemukan kebebasannya dalam berkarya, karena tidak bergantung lagi pada para bangsawan sebagai sponsor. Para seniman dapat membiayai pembuatan karyanya sendiri yang kemudian banyak diminati oleh para rakyat kecil.

    Abad ke-15 dimana masa raenessance berkembang, merupakan awal mulainya seni modern. Rene Descartes (1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Lockee (1632-1704), mereka adalah para filsuf peletak dasar modernisme dalam dunia seni.

    Pecahnya revolusi Perancis 1789, merupakan salah satu tanda kebangkitan seni rupa modern, yang kemudian diikuti dengan munculnya pelukis dari Perancis yang bernama J.L. David. Tidak hanya J.L. David, tetapi pelukis seperti Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci juga seniman yang menjadi tanda kebangkitan era seni rupa modern
    Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa modern/kontemporer Indonesia dengan memperhatikan konteks kehidupan masyarakat

    Apresiasi karya seni rupa modern/kontemporer Indonesia

    Karya seni rupa modern/kontemporer di Indonesia beragam bentuk, jenis, dan corak, antara lain berupa karya seni rupa dua dimensi: seni lukis, grafis, batik, dll; tiga dimensi: seni patung, keramik, seni instalasi, dll. Dengan kreativitas masing-masing, para seniman Indonesia menciptakan suatu karya seni rupa sebagai perwujudan ekspresi jiwanya.
    Kreativitas para seniman Indonesia telah meramaikan perkembangan seni rupa di Indonesia. Munculnya berbagai karya seni rupa menyebabkan terjadinya komunikasi apresiasi untuk memahami makna yang tersirat di baik karya-karya para seniman Indonesia tersebut. Apresiasi adalah penghargaan atau penilaian. Apresiasi seni rupa adalah kegiatan dalam menilai atau memberi penghargaan terhadap karya-karya seni rupa. Apresiasi terhadap karya-karya seni rupa dapat ditunjukkan dengan sikap empati berupa ungkapan kata-kata atau tanggapan secara lisan/tertulis. Beberapa seniman mengkomunikasikan pesan-pesan melalui hasil karyanya dengan cara vulgar dan mudah dipahami, akan tetapi ada pula yang mengkomunikasikan karyanya melalui simbol-simbol yang mengandung makna tertentu.
    Kegiatan apresiasi dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:
    Apresiasi simpatik adalah merasakan tingkat keindahan suatu karya berdasarkan pengamatan (kasat mata), seperti suka atau tidak suka.
    Apresiasi empatik/estetik adalah merasakan secara mendalam nilai estetik yang tersirat dalam suatu karya, seperti ada perasaan kagum atau terharu.
    Apresiasi kritis adalah apresiasi yang disertai analisis terhadap suatu karya dengan mempertimbangkan gagasan, teknik, unsur-unsur rupa, dan kaidah-kaidah komposisi seni rupa.

    Pendekatan/metode dalam melakukan apresiasi karya seni rupa, yaitu:
    Deskriptif (paparan secara obyektif)
    Analitis (paparan berdasarkan kaidah-kaidah estetika)
    Interpretatif (paparan berdasarkan sudut pandang pengamat)
    Penilaian (paparan dengan pengukuran nilai)
    Interdisiplin (berbagai disiplin keilmuan)

    Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
    Menggambar teknik/ perspektif lanjutan

    Teknik Dasar Menggambar Perspektif

    Teknik Dasar Menggambar Perspektif

    Teknik ini tercipta karena keterbatasarn jarak pandang mata kita dalam melihat objek. Semakin jauh jarak mata dengan benda, semakin kecil pula penampakannya dan bahkan akan hilang dari pandangan pada jarak tertentu. Sebaliknya, semakin dekat jarak mata kita dengan benda, maka benda tersebut akan terlihat semakin besar. Secara teknis, perspektif terdiri dari perspektif satu titik mata, 2 titik mata, dan tiga titik mata.

    A. Perspektif 1 Titik Mata

    Pada dasarnya, perspektif satu titik mata, dua titik mata, dan tiga titik mata bisa dibagi lagi menjadi berbagai sudut pandang berdasarkan posisi mata kita berada. Lebih sederhananya, sudut pandang bisa dibagi menjadi menjadi 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang mata burung, sudut pandang normal, sudut pandang mata kucing.
    Sudut pandang mata burung.
    Pada sudut pandang mata burung, mata kita seolah-olah berada di atas dan melihat objek berada di bawah. Jadi, letak garis horizon berada pada garis itu, bisa di bagian kiri, tengah, atau kanan. Bahkan bisa juga ditelakkan di luar bidang gambar. Setiap objek yang digambar, garisnya bersumber dari titik mata.



    b. Sudut pandang normal
    Pada sudut pandang normal, diri kita seolah-olah berdiri normal memandang lurus kedepan. Dengan demikian, bagian atas dan bagian bawah nya terlihat seimbang. Letak garis horizon tepat di tengah-tengah bidang dan titik mata bisa diletakkan di mana saja pada garis tersebut. Semua objek yang digambar garisnya berasal dari satu titik mata.c. Sudut pandang mata kucing
    Pada sudut pandang ini, seolah-olah mata kita dalam posisi tiarap dan melihat kedepan sehingga penampakan objek bagian atas akan lebih domain. Letak Garis horizon di bagian bawah bidang gambar dan letak titik hilang pada garis horizon. TItik mata ini dijadikan pusat untuk menarik garis dalam menggambarkan setiap objek benda.

    B. Perspektif 2 Titik Mata

    Secara teknis, perspektif 2 titik mata hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik mata. Pada teknik perspektif 2 titik mata, pada garis horizon terdapat 2 titik fokus. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik mata ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya, jika jarak antara 2 titik ini terlalu dekat, penampakan objek gambar mengalami distorsi. Tahapan untuk menggambar teknik perpektif 2 titik mata juga hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik mata,
    Perspektif 3 Titik Mata

    Perspektif dengan 3 titik mata biasanya hanya dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas, besar, tinggi, dan secara visual mengalami distorsi yang sangt ekstim.

    Biasanya teknik ini dipakai untuk menggambar outdoor dan sudut pandang dari udara, meskipun bisa juga dipakai untuk sudut pandang dari bawah(sudut pandang mata kucing). Agar tidak mengalami distorsi yang berlebihan, sebaiknya titik mata diletakkan jauh diluar bidang gambar.

    Pada dasarnya, teknik dan tahapan menggambar perspektif 3 titik mata ini hampir sama dengan teknik menggambar dengan perspektif 1 dan 2 titik mata.
    Garis horizon tidak selamanya harus diletakkan horizontal, namun bisa juga diagonal untuk menggambarkan impresi yang berbeda.

    Menentukan Sudut Pandang dan Titik Mata


    Kadang kita menemui gambar perspektif yang terlihat tidak seimbang atau beberapa furniturnya terpotong. Permasalahan ini dapat di atasi dengan cara:
    – Garis Horison dapat diturunkan atau dinaikkan sehingga bagian objek dapat terjangkau oleh sudut
    pandang pengamat.
    – Kedudukan pengamat dimundurkan lebih jauh dari bidang gambar sehingga seluruh bagian objek dapat
    terjangkau oleh sudut pandang pengamat.

    Untuk menentukan titik mata dapat dengan cara menentukan terlebih dahulu bagian ruang yang akan ditampilkan secara maksimal. Pada perspektif satu titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik mata cenderung berada di sebelah kiri menjauhi garis normal dan bagian kanan ruang pada gambar. Cara ini berlaku untuk bagian ruang lainnya (kiri, atas dan bawah). Sedangkan pada perspektif dua titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik mata sebelah kiri akan menjauhi dan titik mata kanan akan mendekati bagian kanan ruang pada gambar
    Membuat karya seni rupa murni dan terapan yang dikembangkan dari beragam corak dan teknik seni rupa

    Seni murni :

    Gaya atau corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam. Secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : tradisional, modern, dan postmodern.
    Tradisional

    Seperti halnya karya seni rupa Nusantara, perupa seni rupa mancanegara juga memiliki gaya tradidional. Gaya ini juga terbagi menjadi dua, yaitu primitif dan klasik.
    Modern

    Gaya seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaharuan. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: gaya representatif, depormatif, dan nonrepresentatif.
    1. Representatif

    Kata representatif berasal dari representasi yang mengandung pengertian sesungguhnya, nyata, atau sesuai dengan keadaan. Perwujudan gaya seni rupa ini menggambarkan keadaan yang nyata pada kehidupan masyarakat atau keadaan alam. Gaya seni rupa yang tergolong representatif, antara lain : romantis, naturalis, dan realis.
    a) Romantisme

    Istilah romantisme berasal dari roman yang berarti cerita dan ismeyang berarti aliran/gaya. Romantisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya mengandung cerita kehidupan manusia atau binatang. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini, antara lain : Fransisco Goya (Spanyol), Turner (Inggris), dan Rubens (Belanda). Perupa Nusantara yang mengambil gaya itu adalah Raden Saleh.
    b) Naturalisme

    Istilah naturalisme berasal dari kata nature atau natural yang berarti alam dan isme yang berarti aliar/gaya. Naturalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan keadaan alam atau alami. Pelukis gaya ini pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai objeknya. Perupa mancanegara yang mengambil gaya ini antara lain Rubens, Claude, Gainsborough, Constable, dan Turner. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Abdullah Suryosubroto, Wakidi, Mas Pringadi, dan Basuki Abdullah.
    c) Realisme

    Istilah realisme berasal dari kata real yang berarti nyata dan ismeyang berarti gaya/aliran. Realisme adalah gaya/alaran seni rupa yang menggambarkannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini antara lain Trubus, Tarmizi, Wardoyo, dan Dullah. Seedangkan perupa mancanegara yang mengambil gaya ini adalah Remandt van Rijn (Belanda).
    2. Deformatif

    Istilah deformatif berasal dari deformasi yang berarti perubahan bentuk. Bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masi menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif, antara lain : Surrealisme, impresionisme, ekspresionisme, dan kubisme.
    a) Surealisme

    Istilah surrealisme berasal dari kata sur yang berarti melebih-lebihkan, kata real yang berarti nyata, dan isme berartigaya/aliaran. Surrealisme adalah gaya/aliran seni rupa yang menggambarkannya melebih-lebihkan kenyataan, bahkan ada yang menyebutnya otomatisme psikis yang murni atau mimpi. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini adalah Salvador Dali.
    b) Impressionisme

    Impressionisme berasal dari kata impression yang berarti kesan sesaat dan isme yang berarti gaya/aliran. Impressionalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara seperti Claude Monet, Paul Cezanne, Georges Seurat, dan Paul Gauguin. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini, antara lain S. Sudjojno.
    c) Ekspressionisme

    Ekspressionisme berasal dari kata expression yang berarti ungkapan jiwa yang spontan dan isme yang berarti gaya/aliran. Ekspressionisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupa yang spontan pada saat melihat objek. Gaya seni rupa ini diplopori oleh pelukis Belanda bernama Vincent van Gogh. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini adalah Affandi.
    d) Kubisme

    Kubisme berasal dari kata kubus yang berarti bidang atau bentuk persegi empat dan isme yang berarti gaya/alrian. Kubisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau bentuk dasarnya kubus. Gaya seni rupa ini dipelopori oleh pelukis Spanyol yang bernama Pablo Picasso. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah But Muchtar, Mochtar Apin, Srihadi, dan Fajar Sidik.
    Nonrepresentatif (Abstraksionalisme)

    Kata Nonrepresentatif atau abstrak mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar dikenali. Suatu gaya yang lebih sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam. Karya seni rupa abstrak berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya seni rupa yang berbentuk abstrak ini ada yang abstrak ekspresionis dan abstrak murni. Gaya ini dipelopori oleh perupa mancanegara, antara lain : Paul Klee, Piet Mondrian, Wassily Kandinsky, dan Jackson Pollock. Perupa Nusantara yang mengikuti gaya ini adalah Amry Yahya, Fajar Sidik, But Muchtar, dan Srihadi.
    Postmodern

    Postmodern atau disingkat “Posmo” adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Sejalan dengan perkembangan budaya masyarakat dunia, seni rupa pun ikut mengalami perkembangan gaya. Jika seni rupa tradisional memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental. Gaya “posmo” lebih bebas dan cenderung tidak memiliki aturan tertentu. Eksplorasi unsur rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan kemasyarakatan merupakan tema yang cukup dominan untuk karya-karya posmo

    Seni Terapan

    Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.

    Selain itu karya seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3, yaitu hasil karya ukiran, hasil karya patung, dan hasil karya batik.
    Menurut hasil karya ukiran, contoh benda-bendanya adalah ukiran kayu dari Jepara dan ukiran kayu dari Bali.
    Menurut hasil karya patung, contoh benda-bendanya adalah patung kayu dari suku Asmat, patung batu Pangeran Diponegoro, dan Patung kayu dari Bali.
    Menurut hasil karya batik, contoh benda-bendanya adalah baju, sprei, kain, gorden, dll
    Menyiapkan karya seni rupa yang telah diciptakan untuk pameran di sekolah atau luar sekolah

    Mengumpulkan Hasil Karya

    Pengertian

    Hasil karya yang dipamerkan dikumpulkan dengan cara seleksi. Jenis karya ini terdiri dari karya seni rupa yang meliputi dua dimensi dan tiga dimensi serta kerajinan tangan. Pengumpulan karya ini sekaligus sebagai pengumpulan atau pemasukan nilai mata pelajaran Seni Budaya dan Kerajinan.

    Karya yang bisa dikerjakan secara pribadi (individu) dan kelompok (kolektif) adalah:
    Menggambar bentuk (benda), pemandangan, gambar reklame, karikatur, kartun, wayang purwa gambar hiasan vignete, dan menggunakan huruf (kaligrafi).
    Mengukir atau ukiran pada kayu, cadas, tanah liat dan relief.
    Seni lukis.
    Seni pahat (seni patung).
    Seni kerajinan dengan membuat benda pakai dan benda hias.
    Merangkai bungan, merangkai sayur, merangkai janur, dan merangkai buah.
    Hasil karya menjahit, menyulam, kruistik, dan bordir.

    Hasil karya seni tersebut disimpan di tempat khusus yang aman sehingga pada waktu yang ditentukan untuk pameran siap untuk ditata.

    Pengelompokan Hasil Karya

    Untuk memudahkan kegiatan pengumpulan dan pendaftaran hasil karya dapat langsung diselesaikan dengan mengadakan pengelompokan sebagai berikut:
    Berdasarkan Jenis Karya
    Karya kerajinan tangan adalah hasil seni kriya/kerajinan karena kreativitas tangan.
    Karya seni rupa adalah karya seni yang dapat diraba, dilihat serta mempunyai wujud.
    Karya seni musik
    Karya seni tari.
    Berdasarkan Dimensi

    Ada dua dimensi dan tiga dimensi.

    Yang termasuk dua dimensi , contohnya : gambar lukisan, mozaik, dan anyaman.

    Yang termasuk tiga dimensi, contohnya : patung, perabot ukir, anyaman berkerangka.
    Berdasarkan Ukuran

    Kerajinan tangan dan seni rupa yang dibuat siswa tentu memiliki ukuran yang bervariasi. Karya yang berukuran kecil dikelompokkan dengan ukuran kecil dan yang berukuran besar dikelompokkan dengan yang besar. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mempermudah penataan karya dalam ruang pameran.
    Berdasarkan Tema

    Hasil karya yang dibuat tentunya memiliki tema yang berbeda-beda, untuk mempermudah penataan karya dan urutannya.

    Kelengkapan Pameran Kerajinan Tangan dan Seni Rupa

    Kelengkapannya antara lain :
    Meja untuk menempatkan karya-karya kerajinan tangan.
    Meja untuk menempatkan karya-karya patung.
    Sketsel atau papan panel, untuk menempatkan karya-karya gambar dan lukisan.
    Meja untuk menempatkan buku tamu dan buku saran.
    Katalog yang memuat daftar karya dan penciptaannya.
    Tape recorder untuk memutar lagu atau musik instrumentalia.
    Label untuk mencantumkan judul, media, penciptaan dan karya.
    Lampu penerangan ruangan.
    Spanduk untuk publikasi.

    Pengorganisasian Pameran

    Pengorganisasian merupakan proses pengelolaan serta pengaturan, agar apa-apa yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

    Organisasi yang baik hendaknya memiliki persyaratan sebagai berikut:
    AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)
    Susunan Panitia
    Program Kerja
    Kegiatan

    pengorganisasian Pameran

    penentuan masalah tempat dan waktu seharusnya dibicarakan bersama setelah panitia tersusun, sehingga merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi bersama.
    Menata karya seni rupa yang diciptakan dalam bentuk pameran sekolah atau luar sekolah

    Penyelenggaraan pameran dapat dilakukan dalam kelas ataupun sekolah. dimana pun pameran digelar perlu persiapan agar pelaksanaan pameran dapat berlangsung sukses. persiapan tersebut meliputi: pembentukan panitia pameran, menentukan materi atau karya yang akan dipamerankan, penyiapan ruang pameran, persiapan publikasi serta dokumentasi, dan lain sebagainya.

    Setelah pembentukan panitia, maka semua anggota panitia segera bekerja sesuai dengan tugasnya. Langkah awal adalah mengumpulkan karya seni rupa dari semua siswa berupa karya seni rupa, baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Selanjutnya, karya dibuat daftarnya sehingga memudahkan untuk membuat katalog yang berisi nama pembuat karya, judul karya, ukuran, teknik dan media yang dipakai untuk membuat karya.

    Selanjutnya , menyiapkan ruang pameran. Ruang pameran harus ditata agar dapat memberikan suasana nyaman. Selain itu, usahakan komunikasi antara pengunjung dengan penyelenggara pameran dapat berjalan dengan baik.

    Jalur lalu lintas dalam ruang pameran diatur dan diusahakan satu arah dengan membedakan pintu masuk dan pintu keluar. Hal ini memudahkan mobilisasi pengunjung dalam pameran tersebut.

    Karya harus disusun yang menarik dan mudah dilihat. Jadi, tugas yang akan dibuat tidak hanya menyiapkan hasil karya sendiri, tetapi juga menatanya dengan artistik. Penataan karya seni yang dipamerkan dapat menarik pengunjung untuk menikmati dan mengapresiasi karya tersebut.

    Penyelenggaraan pameran perlu dipublikasikan lewat pengumuman yang ditempel di papan pengumuman atau menggunakan spanduk yang dipasang di tempat yang strategis.

    Bentuk dokumentasi dapat berupa catatan jumlah pengunjung pameran, pesan, kesan, atau saran pengunjung. Oleh karena itu, perlu adanya buku tamu yang disediakan d: dekat pintu masuk clan dijaga oleh petugas. Pesan, kesan, clan saran pengunjung dapat ditampung pada buku khusus yang diletakkan di atas meja dekat pintu keluar yang juga dijaga oleh penjaga. Dokumentasi ini dapat menjadi bahan evaluasi atas pelaksanaan pameran.

    Pada saat yang telah ditetapkan, pameran dibuka secara resmi. Pembukaannya dapat berupa kata pengantar atau sambutan dan kepala sekolah atau yang mewakili. Dapat pula dimeriahkan dengan hiburan berupa musik, teater, atau tari.

    Kegiatan pameran dapat ditutup dengan diskusi dan mendatangkan para kritikus, seniman, ataupun pengamat serta pemerhati seni rupa. Tujuan diskusi adalah untuk menambah wawasan akan seni rupa. Selain itu, kegiatan tersebut dapat menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan pameran ataupun ajang kritik terhadap karya-karya yang baru saja dipamerkan.

    Seni Musik

    Mengapresiasi karya seni musik
    Mengidentifikasi makna dan peranan musik tradisional Mancanegara dalam konteks kehidupan budaya masyarakat

    Seni Budaya

  • BAB I AISATSU


    .> berlatih mengucapkan salam pada pagi,siang dan malam hari.
    Kosa kata:
    Ohayou gozaimasu=selamat pagi (AM:  7:00)
    Konnichiwa・こんにちは=selamat siang(PM: 1:30)
    Konbanwa・こんばんは=selamat malam(PM:  7:00)
    Oyasuminasai・おやすみなさい=selamat tidur(PM 9:00)
    Arigatou gozaimasu・ありがとうございます=terimakasih
    Iie. Dou  itashimasite・いいえどういたしまして(jawaban dari arigatou gozaimasu)=terimakasih kembali
    Ogenki desu ka・おげんきですか=sehat-sehatkah
    Hai. Genki desu・はい、げんきです=ya. Sehat-sehat saja
    Sumimasen・すみません=permisi/maaf
    Sayounara・さようなら=selamat tinggal
    dewa mata・ではまた=sampai ketemu lagi
    mata ashita・またあした=sampai besok
    mata raishuuまたらいしゅう=sampai minggu depan

    Pada saat berpisah biasanya mengucapkan “Sayounara=sampai jumpa” kemudian pada saat ada rencana bertemu lagi biasanya mengucapkan “dewa mata” “mata ashita” “mata raishuu”

    Ohisashiburi desu ne・おひさしぶりですね=lama tidak ketemu apa kabar
    Itadakimasu・いただきます=selamat makan
    Irasshaimase・いらっしゃいませ=selamat datang
    Itte kimasu・いってきます=salam bila mau keluar rumah
    Itte rasshai・いってらっしゃい=jawaban dari itte kimasu
    Tadaima=・ただいまselamat untuk  pulang ke rumah
    Okaerinasai・おかえりなさい=jawaban dari tadaima
    Gomennasai・ごめんなさい=permintaan maaf
    Ojigi・おじぎ=membungkukkan badan waktu member salam


    Bab 2 TATTE KUDASAI


    KOSA KATA
    <Angka 0-12>
    0 - ree/zero
    1 - ichi
    2 - ni
    3 - san
    4 - yon/shi
    5 - go
    6 - roku
    7 - nana/shichi
    8 - hachi
    9 - kyuu/ku
    10 - juu
    11 - juu ichi
    12 - juu ni
    20 – ni juu
    21 – ni juu ichi
    22 – ni juu ni
    Cobalah berhitung 0-12, setelah itu sebaliknya 12-0 (menghitung mundur :P)

    UNGKAPAN

    “Kiite kudasai” (きいてください)digunakan pada saat meminta seseorang untuk mendengarkan.
    Contoh: teepu o kite kudasai (てえぷおきいてください):dengarkanlah kaset!

    “kaite kudasai” (かいてください) digunakan pada saat meminta seseorang untuk menulis.
    Contoh: nooto ni kaite kudasai (のおとにかいてください): tulislah di buku catatan!
                    Sakubun o kaite kudasai! (さくぶんおかいてください): tulislah karangan!

    “yonde kudasai” (よんでください) digunakan pada saat meminta seseorang untuk membaca.
    Contoh: hon o yonde kudasai (ほんおよんでください) : bacalah buku!

    “akete kudasai” (あけてください) digunakan pada saat meminta seseorang untuk membuka halaman buku (bisa juga meminta seseorang untuk membuka pintu, membuka jendela)
    Contoh: hon o akete kudasai (ほんおあけてください) :bukalah buku!
                    12-peeji o akete kudasai (12-ぺえじおあけてください) : bukalah halaman 12!

    “itte kudasai” (いってください) digunakan saat meminta seseorang mengucapkan.
    Contoh: moo ichido itte kudasai (もおいちどいってくだあい) : ucapkanlah sekali lagi!
                    Ookii koe de itte kudasai (おおきいこえでいってください) : ucapkanlah dengan lantang!

    “mite kudasai” (みてください) digunakan saat meminta seseorang melihat.
    Contoh: E o mite kudasai (えおみてください) : lihatlah gambar!
                    Kokuban o mite kudasai (こくばんおみてください) : lihatlah ke papan tulis!

    “suwatte kudasai” (すわってください) digunakan saat meminta seseorang untuk duduk.
    Contoh: isu ni suwatte kudasai (いすにすわってください) :duduklah di kursi!

    “tatte kudasai” (たってください) digunakan saat meminta seseorang berdiri.
    Contoh: minna san, tatte kudasai (みんあさん、たってください) : berdirilah!

    “kite kudasai” きてください() digunakan saat meminta seseorang datang.
    Contoh: mae ni kite kudasai (まえにきてください) : majulah ke depan!

    Bab 3 HAJIMEMASHITE

    KOSA KATA (tingkatan kelas)
    1 = ichi-nensei (1-ねんせい)
    2 = ni-nensei(2-ねんせい)
    3 = san-nensei(3-ねんせい)
    4 = yo-nensei(4-ねんせい)
    5 = go-nensei(5-ねんせい)
    6= roku-nensei(6-ねんせい)
    7 = nana-nensei(7-ねんせい)
    8 = hachi-nensei(8-ねんせい)
    9 = kyuu-nensei(9-ねんせい)
    10 = juu-nensei(10-ねんせい)
    11 = juu ichi-nensei(11-ねんせい)
    12 = juu ni-nensei(12-ねんせい)
    Catatan: -kelas 4 hanya di baca “yo-nensei” dan kelas 9 hanya di baca “kyuu-nensei”
    -          Siswa kelas 1,2,3 SMA di jepang sama dengan siswa kelas 10,11,12 di SMA Indonesia.

    Watashi (わたし) : saya
    watashi-tachi (わたしたち) : kami
    kôkôsê (こおこおせい) : siswa SMA
    seito (せいと) : murid
    namae (なまえ) : nama
    nihon-jin (にほんじん) : orang jepang
    Indonesia-jin (インドネシアじん) : orang indonesia
    Amerika-jin (アメリカじん) : orang amerika
    Chuugoku-jin (ちゅうごくじん) : orang cina
    Kochira (こちら) : kalimat ini digunakan untuk memperkenalkan orang lain, sambil menunjukkan orang yang di perkenalkan.

    Pola kalimat

    1.KB(orang) wa KB(nama/status) desu

    -pola kalimat “KB(orang) wa KB(nama/status) desu” dipakai untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama/status.
    -pada saat menyebutkan nama, kadang-kadang subjeknya bisa menggunakan “watashi no namae”
    Latihan kalimat:

    1.       Watashi no namae wa Yumiko desu.

    2.       Watashi wa nihon-jin desu.

    3.       Watashi wa kôkôsê desu. 11-nensê desu

    2.KB(orang) wa KB(sekolah) no KB(nama/status) desu.

    -pola kalimat “KB(orang) wa KB(sekolah) no KB(nama/status) desu.” Dipakai untuk memperkenalkan diri dengan menyebut asal sekolah dari nama/status yang di sebutkan.
    Latihan kaliamat:

    1.       Watashi wa SMAN 1 no Yuki desu.

    2.       Watashi-tachi wa SMAN 1 no seito desu.

    3.kochira wa KB(nama) desu.

    Pola kalimat “kochira wa KB(nama) desu.” Dipakai untuk memperkenalkan orang lain dengan menyebut nama/status. “Kochira” digunakan untuk memperkenalkan orang lain, sambil menunjukkan orang yang di perkenalkan. Saat menyebut nama orang lain selalu di ikuti “san”.
    Latihan kalimat:

    1.       Kochira wa Yuki-san desu

    2.       Kochira wa 11-nensê no Yuki-san desu

    4.KB(nama) wa KB(status) desu.
    pola kalimat “KB(nama) wa KB(status) desu.” Dipakai untuk memperkenalkan orang lain dengan status yang bersangkutan.
    Latihan kalimat:

    1.       Natsu-san wa SMAN 1 no seito desu.

    Contoh percakapan 1:

    A: hajimemashite. (watashi wa) Yuki desu. SMAN 1 no seito desu. Dôzo yoroshiku.
    B: hajimemashite. (watashi wa) Natsumi desu. Dôzo yoroshiku.
    Contoh percakapan 2:
    A: minna-san, kochirawa Fujita-san desu.
    B: hajimemashite. Fujita desu. Dôzo yoroshiku.

    Catatan: “hajimemashite” digunakan untuk pertama kali bertemu.
    “ Dôzo yoroshiku” digunakan setelah memperkenalkan ientitas diri.
    “watashi wa” tidak digunakan apa bila subyek sudah di ketahui lawan bicara.
    “minnasan” digunakan ketika memohon perhatian/menyapa sejumlah orang(tamu,hadirin) baik anak anak, remaja maupun orang dewasa yang ada di hadapan kita, seperti “bapak,ibu,saudara sekalian”. “teman-teman” , “anak-anak” dalam bahasa Indonesia

    Bahasa Jepang



  • PETA MATERIKELAS XII SEMESTER I
    Percakapan Teks fungsional Monolog
    Suggestion banner NARRATIVE
    Attitude poster EXPLANATION
    Complain pamphlet dll DISCUSSION
    Possibility & Probablity
    Giving Order
    Confession
    Promises
    Accusing
    Blaming
    Expression Curiousity
    Wish


    M O D U L CETAK


    Standar Kompetensi : 5. Memahami makna teks fungsional pendek dan esai sederhana
    berbentuk narrative, explanation dan discussion dalam konteks
    kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan


    Kompetensi Dasar :5.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam esai yang
    menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan
    berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk
    mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk : narrative,
    explanation dan discussion.


    Alokasi Waktu : 12 x 45 menit


    Materi Pembelajaran : - Teks tertulis narrative
    - Teks tertulis explanation
    - Teks tertulis discussion


    Indikator :
    · Mengidentifikasi makna kata dalam teks yang dibaca
    · Mengidentifikasi makna kalimat dalam teks yang dibaca
    · Mengpdentifikasi komplikasi dalam sebuah cerita narasi
    · Mengidentifikasi kejadian dalam teks yang dibaca
    · Mengidentifikasi proses sebuah peristiwa
    · Mengidentifikasi argumen yang pro dan kontra dalam teks
    · Mengidentifikasi langkah-langkah retorika dari teks
    · Mengidentifikasi tujuan komunikasi dari teks yang dibaca




    Materi pokok / Uraian materi
    Memahami makna teks fungsional pendek dan esai sederhana berbentuk narrative


    Kegiatan : merespon makna dan langkah retorika dengan bahasa tulis dalam teks
    berbentuk narrative


    Tujuan :
    1.Mengidentifikasi makna kata dalam teks yang dibaca
    2.Mengidentifikasi makna kalimat dalam teks yang dibaca
    3.Mengidentifikasi komplikasi dalam sebuah cerita narasi
    4.Mengidentifikasi langkah-langkah retorika dari teks
    5.Mengidentifikasi tujuan komunikasi dari teks yang dibaca


    Sumber bacaan
    Look ahead 3
    An english course for senior high school students year XII


    v Text Narrative


    The wind and the sun
    One day the wind and the sun were disputing which was stronger. Suddenly they saw the traveller coming down the road.
    The sun : I see a way to decide our dispute. Whichever of us can cause that
    Traveller to take off his cloak shall be regarded as the strongest.
    The wind : Would you mind not talking so loudly ?
    The sun : Sorry. Okay , you begin . I will retire behind a cloud .
    The wind : I will blow as hard as I can and I will be the winner
    The sun : Okay . Good luck.
    The wind : zzzzzzzzzzzzzzzz I’m so tired. What is happening to me ? I shouldn’t
    give up. I have to blow harder . zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.
    But the harder he blew the closer the traveller wrapped his cloak around him. Till at last the wind had to give up in despair.
    Then the sun came out and shone in all his glory upon the traveler, who soon found it too hot to walk with his cloak on .



    Narrative Text
    · Purpose : to amuse or entertain the readers
    · Text organization :
    § Orientation
    § Complication
    § Resolution


    · Language Features :


    § Simple past tense


    Pattern

    ( + ) S + was / were + Adjective, adverb/noun


    Examples :

    One day the Wind and the Sun were disputing which was stonger



    S + V 2 + O


    Examples :
    · They saw a traveler coming down the road
    · The harder he blew the closer he wrapped
    · The sun came out
    § Indirect speech : use present tense .
    Answer the following questions !
    1. How many figures are there ? Mention them !
    2. Why were they disputing ?
    3. What did they do when they saw a traveller coming down the road ?
    4. Why did the Wind give up in despair ?
    5. Which one is stronger, the Wind or the Sun ?
    6. What can we learn from the story above ?
    7. Identify which sentences are :
    Orientation : ............................................................
    Complication : ............................................................
    Resolution : ............................................................
    8. Find the synonim on the text above : fight : .............. the street : .................
    Start : ............. occur : .................
    Yet : ............ stop : .................
    Hopeless : ..... Step : .................


    Memahami makna teks fungsional pendek dan esai sederhana berbentuk explanation


    Kegiatan : merespon makna dan langkah retorika dengan bahasa tulis dalam teks
    berbentuk explanation




    Tujuan :
    1.Mengidentifikasi makna kata dalam teks yang dibaca
    2.Mengidentifikasi makna kalimat dalam teks yang dibaca
    3.Mengidentifikasi proses sebuah peristiwa
    4.Mengidentifikasi langkah-langkah retorika dari teks
    5.Mengidentifikasi tujuan komunikasi dari teks yang dibaca


    Sumber bacaan

    Look ahead 3
    An english course for senior high school students year XII


    v Text Explanation


    Making Paper From Woodchips
    Do you have any paper in your bag ? it may be a silly question but do you know how to make paper ? What is paper made of ? right. And how about woodchipping ? have you heard about it ? Well, wood chipping is a process used to obtain pulp and paper products from the trees.
    First of all, the tops and branches of the trees are cut out and then the logs are taken out to the mill. At the mill, the bark of the logs is removed and the logs are taken to a chipper which cuts them into small pieces called woodchips. The woodchips are then screened to remove dirt and other impurities. At this stage they are exported in this form or changed into the pulp by chemicals and heat. Then the pulp is bleached and the water content is removed. Finally, the pulp is rolled out to make paper.
    Considering the complexity of making paper, let’s use any paper on our hands more effectively.




    Explanation Text
    · Purpose : to explain the process involved in the formation and working of
    natural or sociocultural phenomena
    · Text organization :
    § A general statement to position the reader
    § A sequenced explanation of why or how something occurs
    § Closing




    · Language Features :


    § Simple present tense


    Pattern

    ( + ) S + is/am/are + Adjective, adverb/noun


    Example :

    Woodchipping is a process used to obtain pulp (p.1 )



    S + V1 (s/es ) + O


    § Passive voice



    S + is/am /are + V3




    Example :
    The top and the branches of the trees are cut out
    The logs are taken to the mill
    The barks of the logs is removed
    The woodchips are screened
    The pulp is bleached
    The pulp is rolled out to make paper


    § Sentence conectors
    First.................
    Then......................
    After that.......................
    Next.......................
    Meanwhile .....................
    Later...................................
    Finally ..........................


    Answer the following questions !


    1. Find the synonim of the words below on the text above :
    Posses :.................. Stupid :............................ yet : ........................
    Listen : ................... get : ............................ bring : ...................
    Alter : .................... .lastly : ............................
    2 . Find the antonym of the words below on the text above
    Smart >< .........................big >< ................. cold >< .....................
    Remember >< .................... .false >< ..................never >< .................
    3. Identify in which paragraph are general statement, sequenced explanation and closing .?
    4. What is the purpose of the text ?
    5. What are woodchips ?
    6. Tell us the process of making paper with your own word !



    Memahami makna teks fungsional pendek dan esai sederhana berbentuk
    discussion


    Kegiatan : merespon makna dan langkah retorika dengan bahasa tulis dalam teks
    berbentuk discussion


    Tujuan :
    1.Mengidentifikasi makna kata dalam teks yang dibaca
    2.Mengidentifikasi makna kalimat dalam teks yang dibaca
    3.Mengidentifikasi proses sebuah peristiwa
    4.Mengidentifikasi langkah-langkah retorika dari teks
    5.Mengidentifikasi tujuan komunikasi dari teks yang dibaca


    Sumber bacaan

    Look ahead 3


    Materi pokok / Uraian materi


    v Text Discussion


    The controversy of harnessing solar energy
    We often hear about solar cars, solar heating and solar batteries. But will solar energy ever be the major source of energy for society ?
    Solar energy is cheaper than other fossil fuels because we can get an abundant source from the sun.
    In sunny desert areas, 50% of the sun’s radiation that reaches the ground could be used to produce electricity for business and industry, to provide heat, light, and hot water for homes. Experimental solar ponds can also produce hot water to drive generators.
    Unfortunately, we can’t yet power our homes entirely on sunlight.
    Solar energy can only be used effectively in bright light. Its greatest potential therefore is in hot countries that have clear skies for most of the year. But, unfortunately most houses are not always in the sunniest part of the world. Moreover, in order to harness solar power , solar cells are needed to convert sunlight directly into electricity. Solar cells are very cheap to run, but relatively expensive to buy and many people can’t afford them.
    Needless to say, solar energy is useful and non pollution source of energy. However, solar cells the main device to harness the sun’s energy are still very expensive.


    Discussion Text
    · Purpose : to present information and opinions about more than one side
    of an issue ( for pins and against points )
    · Text organization :
    § Opening statement presenting the issue
    § Argumentts for different points of view ( pros and cons )
    § Conclusion
    · Language Features :
    § The use of general nouns
    Example : alcohol, abortion, smoking, drugs etc
    § The use of thinking verbs
    Example : think, feel, hope, believe etc
    § The use of additive connective
    Example : in addition, furthermore, besides etc
    § The use o contrastive connectives
    Example : although, nevertheless even if etc.


    Answer the questions below !


    1. Find the synonim of the words below on the text above :
    Listen :.................. main :............................ sun : ........................
    obtain : ................... plentiful : ..................... unluckily : ...................
    merely : ....................change : ....................... purchase :
    equipment : .......................
    2 . Find the antonym of the words below on the text above
    expensive >< ............... unable >< ................. cold >< .....................
    dark >< .................... .indirectly >< ..................never >< .................
    3. Identify which one is
    The title : ...........................................................................................................
    The issue :............................................................................................................
    Argument for : .........................................................................................................
    Argument against : ...............................................................................................
    Conclusion : .........................................................................................................
    4. What is the purpose of the text ?
    5. What do you call this kind of text ?
    6. What do you think of the speakers attitude ? partial or impartial ? How do you know ?

    Bahasa Inggris


  • MATERI BAHASA JAWA KELAS XII


    Busana adat Jawa

    Busana adat Jawa biasa disebut dengan busana kejawen yang mempunyai perumpamaan atau pralambang tertentu terutama bagi orang Jawa yang mengenakannya. Busana Jawa penuh dengan piwulang sinandhi, kaya akan suatu ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa. Ajaran dalam busana kejawen ini merupakan ajaran untuk melakukan segala sesuatu didunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktifitas sehari – hari, baik dalam hubungannya dengan sesame manusia, dengan diri sendiri, maupun dengan Tuhan Yang Maha Kuasa pencipta segala sesuatu dimuka bumi ini. Busana Kejawen yang akan dijelaskan dibawah ini terdiri dari busana atau pakaian yang dikenakan pada bagian atas tubuh, seperti iket, udheng;bagian tubuh seperti rasukan atau bisa disebut dengan baju, jarik, sabuk, epek,timang,bagian belakang tubuh yakni keris, dan bagian bawah kaki yaitu candela.
    1. Iket
    Iket adalah tali kepala yang dibentuk sedemikian rupa sehingga berbentuk penutup kepala.
    Cara mengenakan iket harus kenceng, kuat supaya ikatannya tidak mudah terlepas. Bagi orang Jawa arti iket adalah agar manusia memiliki pamikir atau pemikiran yang kencang, tidak mudah terombang – ambing hanya karena factor situasi atau orang lain tanpa pertimbangan yang matang
    2. Udheng
    Udheng dikenakan pada bagian kepala dengan cara mengenakan seperti mengenakan topi. Bila sudah dikenakan diatas kepala, iket menjadi sulit dibedakan dengan udheng karena ujudnya sama. Udheng berasal dari kata mudheng artinya mengerti dengan jelas. Maknanya manusia akan memiliki pemikiran yang kukuh bila sudah mudheng atau memahami tujuan hidupnya. Manusia memiliki fitrah untuk senantiasa mencari kesejatian hidup sebagai sangkan paraning dumadi. Makna lain dari udheng ini adalah agar manusia memiliki keahlian / ketrampilan serta dapat menjalankan pekerjaannya dengan pemahaman yang memadai karena memiliki dasar pengetahuan.
    3. Rasukan
    Sebagai ciptaan Yang Maha Kuasa, hendaklah manusia ngrasuk atau menganut sebuah jalan atau agama dengan kesadaran penuh menyembah Tuhan Yang Maha Esa.
    4. Benik
    Busana Jawa seperti beskap selalu dilengkapi dengan benik ( kancing ) disebelah kiri & kanan. Lambing dari benik itu adalah bahwa manusia dalam melakukan tindakannya dalam segala hal selalu diniknik; artinya diperhitungkan dengan cermat. Apapun yang dilakukan janganlah sampai merugikan orang lain, dapat menjaga antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
    5. Sabuk
    Sabuk digunakan dengan cara melingkarkan di badan atau lebih tepatnya dipinggang. Sa-buk artinya hanya impas saja, ngga untung & ngga rugi. Makna sabuk adalah agar manusia menggunakan badannya untuk bekerja sungguh – sungguh, jangan sampai pekerjaannya tidak menghasilkan atau tidak menguntungkan ( buk ).
    6. Epek
    Persamaan Epek adalah apek; golek; mencari. Artinya dalam hidup ini, kita harus memanfaatkannya dengan mencari ilmu pengetahuan yang berguna
    7. Timang
    Timang adalah pralambang bahwa ilmu yang ditempuh harus dipahami dengan jelas & gamblang, agar tidak gamang atau menimbulkan rasa kuatir. (samang – samang; berasal dari kata timang )
    8. Jarik
    Jarik adalah kain panjang yang dikenakan untuk menutupi tubuh sepanjang kaki. Jarik artinya aja serik. Jangan mudah iri terhadap orang lain, karena iri hati hanya akan menimbulkan rasa emosional, grusa – grusu dalam menanggapi segala masalah.
    9. Wiru
    Mengenakan jarik atau kain selalu dengan cara mewiru ujungnya sedemikian rupa. Wiru atau wiron bisa terjadi dengan cara melipat – lipat ujung jari sehingga berwujud wiru. Wiru artinya wiwiren aja nganti kleru. Olahlah segala hal sedemikian rupa sehingga menumbuhkan rasa menyenangkan dan harmonis, jangan sampai menimbulkan kekeliruan dan disharmoni.
    10. Bebed
    Bebed adalah kain atau jarik yang dikenakan laki – laki. Bebed artinya manusia harus ubed yakni tekun & rajin dalam bekerja mencari rezeki.
    11. Canela
    Canela dijabarkan dari canthelna jroning nala, atau peganglah kuat di dalam hatimu. Canela sama dengan selop,cripu atau sandal. Canela dikenakan di kaki dengan maksud agar kita selalu menyembah lahir & batin, hanya di kaki-Nya
    12. Curiga & Rangka
    Curiga atau keris berujud wilahan, bilahan dan terdapat didalam warangka atau wadahnya. Curiga dan warangka adalah pralambang bahwa manusia sebagai ciptaan menyembah Tuhan sebagai penciptanya dalam sebuah hubungan kawula jumbuhing Gusti. Curiga ditempatkan di belakang artinya dalam menyembah yang Maha Kuasa hendaknya manusia bisa ngungkurake godhaning Syetan yang senantiasa mengganggu manusia ketika akan bertindak kebaikan
    BLANGKON
    Blangkon iku sajinis panutup sirah kanggo wongpriya sing kagawé saka bahan kain bathik utawa lurik. Blangkon sejatiné wujud modhèrn lan praktis saka iket. Ing busana tradhisional adat Jawa lan adat Sundha blangkon dianggo minangka pasangan karo busana beskap. (miturut Wikipedia)Ing jaman modern iki blangkon ana ing masyarakat Yogyakarta lan Jawa Tengah uwis wiwit ilang seka pikiran masyarakat. Blangkon sing uwis suwe dadi budaya warga Jawa iki, mulai kegiles karo topi-topi sing dadi trend ing kalangan muda-mudi. Nek arep weruh jinis-jinis blangkon bisa mbok waca ing ngisor iki.
    Ana sawetara jinis blangkon miturut adat ing papan panggonan tinamtu.
    Jinis blangkon antara liya:
    1. Blangkon Sala, saka bahan bathik ora nganggo mondholan (trèpès).
    2. Blangkon Yogya, nganggo mondholan.
    3. Blangkon Kedhu.
    4. Blangkon Banyumas.
    5. Blangkon Sundha, saka bahan bathik, ora nganggo mondholan.
    Mondholan, iku wangun sing njendhol ing samburiné blangkon, makili modhèl rambut priyasing kerep dibundhel ing mburi. Blangkon modhèl trèpès, iku wujud sing umum blangkon gagrag Surakarta. Gaya iki minangka modhifikasi saka gaya Yogyakarta, amarga akèh-akèhé priya saiki arambut cendhak. Modhèl trèpès iki digawé kanthi njait langsung mondholan ing bagéan mburi blangkon. Saliyané saka suku Jawa , ana uga sawetara suku sing migunakaké panutup sirah sajinis blangkon nanging béda wujudé, yaiku suku Sundha, suku Madura, suku Bali, lan sapanunggalané.


    GEGURITAN

    Geguritan yaiku puisi jawa gagrag anyar kang ora kaiket dening paugerahan tertamtu. Bebas jumlah larik larik ukara ing saben pada, jumlahe pada, pilihan basa kang digunakake, maksude panggurit ana kang nggunakake purwakanthi kadhang ora migunakake purwakhanti. Geguritan kang migunakake purwakanthi yen dirunngokake luwih kepenak(luwih nges). Supaya luwih cetha wacanen paugerane geguritan.
    Geguritan iku iketaning basa kang awujud syair. Mula ana kang ngarani syair Jawa gagrag anyar. Tembung geguritan asale saka tembung gurita , tembung gurita owah-owahan saka tembung gerita. Tembung gerita linggan Gita, tegese tembang utawa syair. Geguritan Jawa sakawit tinemu ing lagu-lagu dolanan, saiki mujudake wohing kasusastran puisi kang warna-warna wujuding dhapukane (Subalidinata, 1994 : 45) Adhedhasar dhapukaning ukara lan pangrakiting tembung, werna-werna araning geguritan, kaya ing ngisor iki:

    Syair rong gatra sapada = gita dwigatra
    Syair telung gatra sapada = gita trigatra
    Syair patang gatra sapada = gita catur gatra
    Syair limang gatra sapada = gita panca gatra
    Syair nem gatra sapada = gita sadgatra
    Syair pitung gatra sapada = gita sapta gatra
    Syair wolung gatra sapada = gita hastha gatra
    Syair sangang gatra sapada = gita nawa gatra
    Syair dhapur sonata
    Syair bebas


    Kapirid saka wujud lan isine, geguritan iku bisa kaperang dadi loro, yaiku geguritan gagrag lawas utawa geguritan tradhisional lan geguritan gagrag anyar utawa geguritan modern.


    a. Geguritan gagrag lawas (geguritan tradisional) iku darbe paugeran mangkene:
    · Cacahing gatra saben sapada ora ajeg, nanging sathithike ana patang gatra.
    · Cacahing wanda saben gatrane ajeg, yaiku ana wolung wanda.
    · Dhong-dhinging swara ing saben pungkasaning gatra nganggo purwakanthi guru swara (kaya syair ing Kasusastram Indinesia.
    · Lumrahe dipurwakani nganggo tembung sun gegurit utawa sun anggurit.
    · Geguritan gagrag lawas lumrahe isi piwulang : Upamane bab tatakrama
    Tuladha Geguritan Gagrag Lawas


    Sun Gegurit
    Kaanan jaman saiki
    Sipat pemudha-pemudhi
    Srawunge saya ndadi
    Raket wewekane sepi
    Tan kadi duk jaman nguni
    Srawung sarwa ngati-ati


    Yen manut wasiteng kuna
    Priya srawung lan wanita
    Gampang ketaman panggodha
    Nerak ing laku susila
    Temah darbe jeneng ala
    Wasanane tibeng papa


    b. Geguritan gagrag anyar
    Dene geguritan gagrag anyar utawa geguritan modheren iku wujude wis beda karo geguritan gagrag lawas. Geguritan gagrag anyar katon luwih mardika, wis ora kaiket paugeran kaya paugerane geguritan gagrag lawas. Jalaran geguritan iki wujude memper karo puisi bebas ing kasusastran Indonesia , mula geguritan gagrag anyar ana kang ngarani “puisi bebas”. Ananging owah-owahan saka geguritan gagrag lawas tumekaning gagrag anyar iku dumadi kanthi proses. Pangripta kang miwiti nulis geguritan gagrag anyar iku R.Intoyo kanthi irah-irahan Dayaning Sastra.Mula yen dititi kanthi premati geguritan gagrag anyar utawa geguritan modheren nduweni titikan:
    a. Basane kalebu basa endah, tegese dudu basa padinan.
    b. Tetembungane pilihan, tegese ora mung waton nggunakake tembung.
    c. Sajak pungkasan mardika/bebas
    d. Isine mentes.
    e. Ana kalane nganggo lelewaning basa /gaya bahasa .


    Paugerane geguritan:
    1. Ora kaiket wewaton guru gatra, guru wilangan, lan guru lagu.
    2. Luwih ngutamakake babagan isine kang mentes, apik, endah, lan uga becik.
    3. Kanggo nambah kaendahan basa nggunakake purwakanthi sawetra bae.
    4. Isi pitutur, piweling, kritik, protes, sindiran, pangresah, pamundhut, lan sapanunggalane.

    Langkah Langkah kanggo mahami sawijining geguritan:

    1. Wacanen geguritan kanthi permati, yen perlu dibolan baleni.

    2. Gatekna hubungan larik ukara, banjur wewehana tandha kanggo munggel (jeda), upamane punggel sauntara wewehana tandha (/) lan kanggo sigeg wewehana tanda (//).

    3. Golekna teges tembung tembung kang kok anggep angel, kanthi terus dieling eling, menawa tembung tembung sajarone geguritan bisa duwe teges lugu, entar, bisa uga lambang utawa gegambaran.

    4. Perlu digatekaku menawa saben karangan mesthi duwe pesen utawa amanat kang kepingin disampekake marang pamaca.
    5. Tambahana tembung utawa wanda saengga ukarane dadi sedherhana lan gampang dimangerteni.
    Sawijining geguritan duwe struktur batin utawa hakekat sing dumadi saka: tema, suasana, nada lan amanat, kang mujudake jiwaning geguritan kang ora bisa dipisahake.

    Rangkuman Geguritan:
    1. Nada
    Nada ing geguritan yaiku sikap batin panganggit, sing arep diekspresiake marang pamaca. Ana nada nuturi, panyaruwe, nyindhir, berontak, meri, drengki, sedhih, kuciwa, benci, bungah, lan sapanunggalane.

    2. Suasana
    Suasana batin pamaca, akibat sawise maca geguritan.

    3. Irama
    Irama uga diarani ritme, yaiku salah sijine unsure kang ana gandheng cenenge karo bab bab kang sarwa teratur

    4. Pilihan Tembung
    Pilihan tembung uga diarani diksi, kanggo ngasilake geguritan kang trep, pangaggit mesthi mikirake pilihan tembung kang mathuk. Dene tembung tembung kang digunakake ana kang duwe teges lugu utawa apa anane (Denotatif), Tembung kang duwe teges entar utawa ora sabenere (konotatif), gambaran utawa pralambang.

    5. Tembung entar
    Mujudake tembung kang tegese wis owah saka teges kang baku.

    6. Pralambang
    Pralambang iku kena dianggep kaya dene pasemon. Tembange liya pralampita, wujuding pralambang warna warna, ana kang wujudake gegambaran utawa pepethan, solah bawa barang utawa basa.

    7. Purwakhanti
    Tembung "purwa tegese wiwitan, ngarep. dene tembung "kanthi tegese kanca, gandheng, karo,nganggo. Purwakanthi kena ditegesi gandheng karo ngarep. Kang dikarepake "purwakanthi" yaiku tetembungan kang runtut karo tembung mburine, ngenani bab swarane, sastra utawa tembunge.


    Purwakanthi kena digolongake dadi telu,yaiku:

    a. Purwakanthi guru swara
    Diarani purwakanthi guru swara, jalaran ing kono tinemu rujukan swara utawa runtuting swara siji lan sijine. Purwakanthi guru swara akeh kanggone, kayata ana ing paribasan, saloka, cangkriman, lelagon, wangsalan, parikan, geguritan, lan rumpakan liyane.

    b. Purwakanthi Guru sastra
    Manawa purwakanthi guru sastra ing kono sing rujuk sastrane utawa tulisane.

    c. Purwakanthi Lumaksita

    Tembung "lumaksita" tegese lumaku. ing kene tembung tembung, utawa ukara ing mburi runtut karo tembung tembung ngarepe. Runtuting tembung ora mesthi satembung wutuh, kadhang kala mung saperangan utawa sawanda bae. Mula ukara ukarane uga katon runtut lan sambung sinambung, kepenak dirungokake.


    SERAT WEDHATAMA

    Serat Wedhatama adalah Sastra tembang atau kidungan jawa karya Mangkunegara IV Wedhatama (berasal dalam bahasa Jawa; Wredhatama) yang berarti serat (tulisan/karya) wedha (Ajaran) tama (keutamaan/utama) Wedhatama merupakan ajaran luhur untuk membangun budi pekerti dan olah spiritual bagi kalangan raja-raja Mataram, tetapi diajarkan pula bagi siapapun yang berkehendak menghayatinya. Wedhatama menjadi salah satu dasar penghayatan bagi siapa saja yang ingin “laku” spiritual dan bersifat universal lintas kepercayaan atau agama apapun. Karena ajaran dalam Wedhatama bukan lah dogma agama yang erat dengan iming-iming ersu dan ancaman neraka, melainkan suara hati nurani, yang menjadi “jalan setapak” bagi siapapun yang ingin menggapai kehidupan dengan tingkat spiritual yang tinggi. Mudah diikuti dan dipelajari oleh siapapun, diajarkan dan dituntun step by step secara rinci. Puncak dari “laku” spiritual yang diajarkan serat Wedhatama adalah; menemukan kehidupan yang sejati, lebih memahami diri sendiri, manunggaling kawula-Gusti.

    Kinanthi

    Dikanthi-kanthi (diarahkan dan dibimbing) agar menjadi manusia sejati. Yang selalu menjaga bumi pertiwi. Pupuh kinanthi dalam serat wedhatama mengandung isi ajaran-ajaran tentang

    1. Mempertajam perasaan / kepekaan perasaan agar menyingkirkan hawa nafsu supaya menjadi manusia yang berbudi luhur dengan cara bersemedi / bersepi-sepi dari keramaian agar mendapat ketenangan hati dan jiwa.

    2. Agar selalu waspada untuk selalu mengetahui penghalang dalam hidup ( mawas diri) dan selalu menghilangkan keragu-raguan dalam hati supaya mantap dalam melangkah untuk berbuat kebaikan.

    3. Menghilangkan iri dengki, tidak berhati panas, tidak mengganggu orang lain, dan tidak melampiaskan hawa nafsu, namun hanya lah diam agar tenang.

    4. Ajaran bahwa mengikuti kebaikan-kebaikan yang telah diajarkan sebagai langkah agar mencapai kemuliaan.


    K I N A N T H I

    01 Mangka kantining tumuwuh, salami mung awas eling, eling lukitaning alam, wedi weryaning dumadi, supadi niring sangsaya, yeku pangreksaning urip.
    Padahal bekal hidup,selamanya waspada dan ingat,Ingat akan pertanda yang adadi ersuasi,Menjadi kekuatannya asal-usul, supaya lepas dari sengsara.Begitulah memelihara hidup.

    02 Marma den taberi kulup, angulah lantiping ati, rina wengi den anedya, pandak-panduking pambudi, bengkas kahardaning driya, supadya dadya utami.
    Maka rajinlah anak-anakku,Belajar menajamkan hati,Siang malam berusaha,merasuk ke dalam sanubari,melenyapkan nafsu pribadi,Agar menjadi (manusia) utama.

    03 Pangasahe sepi samun, away esah ing salami, samangsa wis kawistara, lalandhepe mingis-mingis, ersu wukir reksa muka, kekes srabedaning budi.
    Mengasahnya di alam sepi (semedi),Jangan berhenti selamanya,Apabila sudah kelihatan,tajamnya luar biasa,mampu mengiris gunung penghalang,Lenyap semua penghalang budi.

    04 Dene awas tegesipun, weruh warananing urip, miwah wisesaning tunggal, kang atunggil rina wengi, kang mukitan ing sakarsa, gumelar ngalam sakalir.
    Persuasi artinya,tahu penghalang kehidupan,serta kekuasaan yang tunggal,yang bersatu siang malam,Yang mengabulkan segala kehendak,terhampar alam semesta.

    05 Away sembrana ing kalbu, wawasen wuwus sireki, ing kono yekti karasa, dudu ucape pribadi, marma den sembadeng sedya, wewesen praptaning uwis.
    Hati jangan lengah,Waspadailah kata-katamu,Di situ tentu terasa,bukan ucapan pribadi,Maka tanggungjawablah, perhatikan semuanya sampai tuntas.

    06 Sirnakna semanging kalbu, den waspada ing pangeksi, yeku dalaning kasidan, sinuda saka satitik, pamotahing nafsu hawa, jinalantih mamrih titih.
    Sirnakan keraguan hati,waspadalah terhadap pandanganmu,Itulah caranya berhasil,Kurangilah sedikit demi sedikit godaan hawa nafsu,Latihlah agar terlatih.

    07 Away mamatuh malutuh, tanpa tuwas tanpa kasil, kasalibuk ing srabeda, marma dipun ngati-ati, urip keh rencananira, sambekala den kaliling.
    Jangan terbiasa berbuat aib,Tiada guna tiada hasil,terjerat oleh aral,Maka berhati-hatilah,Hidup ini banyak rintangan,Godaan harus dicermati.

    08 Upamane wong lumaku, marga gawat den liwati, lamun kurang ing pangarah, sayekti karendet ing ri, apese kasandhung padhas, babak bundhas anemahi.
    Seumpama orang berjalan,Jalan berbahaya dilalui,Apabila kurang perhitungan,Tentulah tertusuk duri,celakanya terantuk batu,Akhirnya penuh luka.

    09 Lumrah bae yen kadyeku, atetamba yen wis bucik, duwea kawruh sabodag, yen ta nartani ing kapti, dadi kawruhe kinarya, ngupaya kasil lan melik.
    Lumrahnya jika seperti itu,Berobat setelah terluka,Biarpun punya ilmu segudang,bila tak sesuai tujuannya,ilmunya hanya dipakai mencari nafkah dan pamrih.

    10 Meloke yen arsa muluk, muluk ujare lir wali, wola-wali nora nyata, anggepe pandhita luwih, kaluwihane tan ana, kabeh tandha-tandha sepi.
    Baru kelihatan jika keinginannya muluk-muluk,Muluk-muluk bicaranya seperti wali,Berkali-kali tak terbukti,merasa diri pandita istimewa,Kelebihannya tak ada,Semua bukti sepi.

    11 Kawruhe mung ana wuwus, wuwuse gumaib baib, kasliring titik tan kena, mancereng alise gatik, apa pandhita antige, kang mangkono iku kaki.
    Ilmunya sebatas mulut,Kata-katanya di gaib-gaibkan,Dibantah sedikit saja tidak mau, mata membelalak alisnya menjadi satu,Apakah yang seperti itu pandita palsu,..anakku ?

    12 Mangka ta ersuasiv laku, lakune ngelmu sajati, tan dahwen pati openan, tan panasten nora jail, tan njurungi ing kaardan, ersu eneng mamrih ening.
    Padahal yang disebut “laku”,sarat menjalankan ilmu sejati tidak suka omong kosong dan tidak suka memanfaatkan hal-hal sepele yang bukan haknya,Tidak iri hati dan jail,Tidak melampiaskan hawa nafsu. Sebaliknya, bersikap tenang agar menggapai keheningan jiwa.

    13 Kunanging budi luhung, bangkit ajur ajer kaki, yen mangkono bakal cikal, thukul wijining utami, nadyan bener kawruhira, yen ana kang nyulayani.
    Luhurnya budipekerti,pandai beradaptasi, anakku !Demikian itulah awal mula,tumbuhnya benih keutamaan,Walaupun benar ilmumu,bila ada yang mempersoalkan..

    14 Tur kang nyulayani iku, wus wruh yen kawruhe nempil, nanging laire angalah, katingala angemori, mung ngenaki tyasing liyan, away esak away serik.
    Walau orang yang mempersoalkan itu, sudah diketahui ilmunya dangkal,tetapi secara lahir kita mengalah,berkesanlah ersuasive,sekedar menggembirakan hati orang lain.Jangan sakit hati dan dendam.

    15 Yeku ilapating wahyu, yen yuwana ing salami, marga wimbuh ing nugraha, saking heb kang Maha Suci, cinancang pucuking cipta, nora ucul-ucul kaki.
    Begitulah sarat turunnya wahyu,Bila teguh selamanya,dapat bertambah anugrahnya,dari sabda Tuhan Mahasuci,terikat di ujung cipta,tiada terlepas-lepas anakku
    16 Mangkono ingkang tinamtu, tampa nugrahaning Widhi, marma ta kulup den bisa, mbusuki ujaring janmi, pakoleh lair batinnya, iyeku budi premati.
    Begitulah yang digariskan,Untuk mendapat anugrah Tuhan.Maka dari itu anakku,sebisanya, kalian pura-pura menjadi orang bodoh terhadap perkataan orang lain,nyaman lahir batinnya,yakni budi yang baik.
    17 Pantes tinulad tinurut, laladane mrih utami, utama kembanging mulya, kamulyaning jiwa dhiri, ora yen ta ngeplekana, lir leluhur nguni-uni.
    Pantas menjadi suri tauladan yang ditiru,Wahana agar hidup mulia,kemuliaan jiwa raga.Walaupun tidak persis, seperti nenek moyang dahulu.
    18 Ananging ta kudu-kudu, sakadarira pribadi, away tinggal tutuladan, lamun tan mangkono kaki, yekti tuna ing tumitah, poma kaestokna kaki.
    Tetapi harus giat berupaya, sesuai kemampuan diri,Jangan melupakan suri tauladan,Bila tak berbuat demikian itu anakku,pasti merugi sebagai manusia.Maka lakukanlah anakku !

    Bahasa Jawa


  • Surat Lamaran Kerja: Pengertian, Struktur, Jenis, Kaidah, Ciri, Syarat, Dan Contoh


    Pengertian Surat Lamaran Pekerjaan


    Surat Lamaran kerja adalah surat yang dibuat sepanjang satu halaman penuh yang berisi tentang informasi pelamar kerja dan permohonan untuk menempati posisi tertentu, biasanya surat lamaran kerja dikirim beserta surat riwayat. Dalam penulisan surat lamaran kerja, terdapat tiga paragraf penting yang harus anda perhatikan dengan cermat, paragraf pertama berisi tentang bagaimana anda mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan tersebut dan juga posisi yang ingin anda tempati dan juga alasan anda mengapa menginginkan posisi tersebut, ayo katakan dengan jujur, mau uang atau menambah pengalaman anda dan atau untuk mengembangkan diri anda sendiri. Paragraf kedua berisi tentang ketrampilan anda, pendidikan terakhir, pengalaman kerja, atau sesuatu yang berkaitan dengan kelebihan anda sendiri yang berkaitan dengan lowongan tersebut dan yakinkanlah pembaca surat anda bahwa anda memang benar-benar cocok untuk bekerja di sana dan ini sangat penting menurut saya. Di bagian paragraf ketiga tuliskanlah perasaan anda bila diundang untuk tes wawancara dan pastikan anda dapat dihubungi kapanpun di manapun untuk memastikan waktu dan tempat untuk mengikuti tes wawancara. Dalam penulisan surat lamaran kerja yang anda buat pastikan menulis nama perusahaan dan posisi yang anda inginkan dengan benar dan jangan lupa untuk membaca kembali surat anda untuk mengecek tulisan dan tata bahasa anda. Selamat bekerja.


    Surat lamaran atau surat permohonan pekerjaan adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk dapat memperoleh pekerjaan. Dengan demikian, surat lamaran pada prinsipnya sama dengan surat penawaran. Dalam surat lamaran pekerjaan seseorang menawarkan jasa yang akan diberikan pelamar pada kantor/ instansi yang dilamar. Jasa yang ditawarkan tersebut dapat berupa pendidikan, pengetahuan, pengalaman, kecakapan, keterampilan, ataupun kepribadian seseorang yang ditulis secara singkat. Data yang ditulis lengkap dan singkat disebut data kualifikasi.


    Surat lamaran kerja adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan, kantor atau instansi tertentu. Secara garis besar surat lamaran kerja terbagi menjadi dua macam yaitu surat lamaran kerja berdasarkan iklan dan surat lamaran kerja berdasarkan inisiatif sendiri. surat lamaran kerja termasuk kedalam golongan surat resmi atau dinas sehingga dalam penulisannya terdapat aspek-aspek tertentu yang harus di perhatikan.


    Struktur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan (Sesuai EYD)


    Penulisan surat lamaran pekerjaan harus menggunakan bahasa yang baik, sopan dan simpatik agar menarik hati orang yang memberikan lowongan pekerjaan tersebut. Dalam penulisan tersebut, kamu juga harus menggunakan kalimat yang efektif dan komunikatif, penggunaan bahasa baku, serta ejaan yang tepat dan benar. Semua itu harus ditulis atau diketik dengan rapi dan jelas.
    Saat menulis surat lamaran pekerjaan, selain memperhatikan sistematikanya, kamu pun harus memperhatikan penggunaan kebahasaannya, seperti struktur, diksi, kejelasan kalimat, kaitan antarkalimat, dan EYD.


    Dalam hal struktur, kamu dapat melihat dari susunan kalimat, seperti contoh ini :

    Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih. ( benar)

    Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih. (salah)

    Diksi atau pilihan kata dalam surat lamaran pekerjaan harus tepat. Hal ini dapat dilihat dalamcontoh berikut.

    Dengan hormat, (benar)

    Dengan salam, (salah) 

    Penggunaan kalimat pun harus disingkat dan jelas. Jangan menulis dengan panjang lebar karena akan membuat jenuh saat membacanya. Berikut contoh kalimat yang singkat, tetapi jelas

    Demikian permohonan saya, agar dapat dipertimbangkan.

    Adapun mengenai kaitan antarkalimat (kohesi), haruslah saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan yang lainnya. Selain itu tanda baca pun harus diperhatikan.

    Contoh :

    PT. GAS Surabaya (salah)
    Seharusnya “PT” tidak diikutu dengan tanda baca titik (.)

    PT GAS Surabaya (benar)

    Adapun lampiran surat lamaran pekerjaan diantaranya ialah :

    1. fotokopi identitas diri;

    2. fotokopi ijazah terakhir;

    3. surat keterangan kelakuan baik;

    4. surat keterangan pencari kerja;

    5. daftar riwayat hidup;

    6. foto.

    Surat lamaran pekerjaan biasanya dibuat berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di surat kabar atau majalah. Adapula yang berdasarkan iklan media elektronik seperti radio dan televisi.penulisannya harus mencantumkan iklan media cetak tersebut.

    Atas dasar apa atau dari mana informasi lowongan pekerjaan itu didapatkan.selain itu anda harus mencantumkan curriculum vitae. Kemudian, jelaskan pula beberapa kemampuan yang kita miliki :nilai jual”sehingga dapat “dibeli” oleh perusahaan. Kita harus jujur menuliskan segala hal yang berkaitan dengan kita sebab hal ini merupakan langkah awal untuk tampil sebagai seorang professional sejati. Akhirnya, kita mencantumkan cap diri atau tanda tangan sebagai bukti tanggung jawab atas beberapa keterangan dalam surat tersebut. Setelah itu, kamu dapat membuat surat lamaran pekerjaan bedasarkan iklan lowongan kerja.

    Surat lamaran pekerjaan barfungsi mengajukan permohonan untuk berkerja disuatu perusahaan atau seseorang dengan syarat- syarat yang ditentukan, seperti diperuntukan bagi pria dan wanita, pendidikan SMA, dan usia minimal 20 tahun, dan sebagainya


    Unsur-unsur dalam pembuatan surat lamran kerja:

    Dalam surat lamaran pekerjaan, terdapat unsur- unsur surat, yaitu :

    1. kepala surat

    2. alamat yang dituju

    3. tanggal penulisan surat

    4. salam pembuka

    5. pembuka surat

    6. isi

    7. identitas atau jati diri pelamar

    8. tujuan surat lamaran pekerjaan

    9. lampiran persyaratan yabg ditentukan

    10. penutup surat

    11. tanda tangan dan nama jelas pelamar

    Karena sifatnya memohon dan berkeinginan untuk dikabulkan, maka dalam menulis surat lamaran perlu memperhatikan hal- hal berikut ini :

    1. pergunakan kertas putih dan bersih.

    2. sebaiknya ditulis tangan dengan menggunakan bolpoin tinta hitam atau sesuai dengan permintaan.

    3. menggunakan bahasa yang efektif dan bersahaja dengan kalimat yang singkat dan jelas.

    4. memenuhi syarat- syarat yang diminta dengan melampirkan bukti fisiknya.


    Sistematika dan Ciri Surat Lamaran Pekerjaan

    Sistematika Surat Lamaran Kerja :

    1. Tempat dan Tanggal Lahir

    2. Lampiran dan perihal

    3. Alamat surat

    4. Salam pembuka

    5. Alinea pembuka

    6. Isi

    7. Penutup

    8. Tanda tangan dan nama terang



    Ciri-ciri Surat Lamaran Pekerjaan :

    1. Tempat dan tanggal 

    Tempat dan tanggal ditempatkan di pojok kanan atas tanpa titik di akhir, karena bukan merupakan kalamat.

    Contoh : Bumiayu, 28 Agustus 2013

    2. Lampiran dan perihal 

    Ø Kata ‘Lampiran’ dan ‘perihal’ tidak disingkat seperti lamp. atau hal.

    Ø Angka dalam kolom lampiran ditulis menggunakan huruf.

    Contoh :

    Lampiran : Empat lembar

    Perihal : Pemberitahuan

    3. Alamat surat 

    Ø Tidak menggunakan kata “Kepada”

    Ø Alamat disarankan tidak lebih dari tiga baris

    Ø Jabatan tidak boleh menggunakan jenis kelamin seperti bapak atau ibu

    Ø Tulisan “Jalan pada alamat tidak boleh disingkat

    Ø Tidak menggunakan titik di masing – masing akhir barisnya


    Contoh : 

    Yth. Manager Sukses Mandiri

    Jalan M. Yamin No. 02, Kalibata

    Jakarta


    4. Salam Pembuka

    Ø Setelah kata “Dengan Hormat” menggunakan koma

    Ø Kata dengan hormat sebaiknya dijadikan satu dengan kalimat selanjutnya, walaupun diganti baris seperti biasa juga tetap dapat digunakan.

    Contoh :

    Dengan Hormat, berdasarkan . . . . . . . . . . ( yang dianjurkan )

    Dengan Hormat,

    Berdasarkan . . . . . . . . . . ( tetap dapat digunakan )


    5. Alinea pembuka

    Dalam alinea pembuka sebaiknya menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta membuat instansi yang membacanya tidak tersinggung.


    6. Isi

    Dalam isi terdapat :

    Ø Identitas

    Yaitu keterangan berupa nama, tempat tanggal lahir, alamat, pendidikan terakhir dan dapat dtambah lagi sesuai dengan kebutuhan. Dalam menuliskan keterangan diatas, awalan kata tidak menggunakan huruf besar.

    Contoh :

    nama : Nitriana Safitri

    tempat tanggal lahir : Jakarta, 7 Januari 1995

    pendidikan terakhir : S1 Sastra Inggris

    alamat : Dukuhturi, Bumiayu, Brebes, 52273


    Ø Maksud dan tujuan

    Merupakan keterangan tentang alasan pengirim atau pelamar pekerjaan menulis surat itu.

    Ø Menyatakan lampiran

    Dalam lamaran pekerjaan terdapat beberapa lampiran tentang syarat yang telah diminta oleh instansi yang membutuhkan pekerja, maka sang pelamar harus memenuhi lampiran yang diminta tersebut.

    Dalam lampiran ini setiap akhir kalimatnya menggunakan tanda titik dua, dan di akhir lampiran mengggunakan titik.

    Contoh :

    1. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir;

    2. Fotokopi kartu tanda penduduk;

    3. Foto ukuran 3x4 dua lembar.


    7. Penutup

    Dalam penutup kita harus menunjukan keantusiasan kita dalam melamar pekerjaan pada instansi yang kita tuju.

    Contoh : Demikian surat lamaran pekerjaan yang saya buat, besar harapan saya untuk dapat menjadi bagian dari perusahaan . . . . . . . . .


    8. Tanda tangan dan nama terang

    Tanda tangan ini berada di pojok kanan bawah surat, kemudiandibawahnya ditulis nama lengkap.

    Contoh : Hormat saya,

    Bahasa Indonesia

  • - Copyright © RR Blog - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -